HENTIKAN KEKERASAN ( BULLYING ) SEKARANG JUGA Oleh : DARMANI, S. Pd, M. Pd I

Tindak kekerasan ( bullying ) tidak muncul dengan sendirinya, melainkan adanya beberapa faktor penyebabnya, yang antara lain diantaranya bisa berasal dari lingkungan keluarga, sosial kemasyarakatan sekitarnya, maupun dari diri sendiri. Adapun beberapa penyebabnya adalah :

  • Melihat orang tua atau anggota keluarga sering bertengkar                    ( hubungan yang tidak harmonis )
  • Pola asuh orang tua yang tidak sehat ( terlalu bebas, terlalu keras, maupun juga kurangnya kasih kasih sayang dan perhatian )
  • Pernah menjadi korban tindak kekerasan ( bullying )
  • Memiliki kepercayaan diri yang rendah ( bahkan tidak percaya diri )
  • Sulit bahkan tidak pernah berinteraksi atau bersosialisasi dengan orang lain ataupun masyarakat lain yang ada di lingkungannya
  • Punya rasa iri, dengki, cemburu, prasangka buruk terhadap keberadaan orang lain, baik itu ekonomi, jabatan, dan lain-lainya
  • Pengaruh dari teman, atau orang-orang yang berada di sekitarnya untuk melakukan tindakan kekerasan ( bullying )
  • Pengaruh dari penggunaan handphone berupa fasilitas game online maupun offline yang tidak mendidik dan tidak sesuai dengan masa usianya.
  • Merasa lebih baik menggunakan kekuatan fisik untuk melampiaskan amarah atau tindak balas dendam.

Ada beberapa macam tindak kekerasan atau bullying yaitu kekerasan fisik seperti memukul, menampar, menendang, atau bentuk lainnya yang bisa meninggalkan bekas luka, ataupun cacat di bagian tubuh, contohnya memar, luka sobek berdarah, patah tulang dan lain-lainnya. Kekerasan Verbal ( melalui ucapan ) seperti mengumpat, menghina, mengejek, mengolok-olok orang lain. Meskipun tidak meninggalkan luka ataupun cacat yang terlihat secara fisik, tindakan kekerasan secara verbal ini merupakan jenis tindakan pelecehan, yang pada akhirnya berakibat pada tindakan kekerasan fisik yang juga bisa menghancurkan harga diri pada korban akibat dari kata-kata yang menyakitkan yang membekas di hati korban bisa mempengaruhi kondisi kejiwaan dalam waktu yang lama. Kekerasan Sosial seperti menyebarkan fitnah, kebohongan, gossip, dan mempermalukan korban secara langsung maupun di hadapan umum. Kekerasan Cyber ( di dunia maya ), seperti tindak kekerasan dengan mengirimkan teks, email, gambar ataupun video yang isinya mengejek, mengancam, berbau seksual, dan agresif. Contoh lainnya bisa juga berbentuk pengucilan orang dalam pertemanan online/di grup, menyebarkan kebohongan atau aib seseorang di media sosial.

Adapun cara mengatasi tindakan kekerasan atau bullying yang dilakukan adalah :

  • Lebih dekat  dengan anak ataupun anggota keluarga, mulailah dekat dengan anak dan anggota keluarga dengan mengedepankan ataupun membangun sikap tenggang rasa, sikap harmonis, komunikasi yang lebih baik, serta mendorong semua anggota keluarga untuk bisa bersikap dewasa dan terbuka menyikapi permasalahan yang ada dan mencari solusinya.
  • Perlu pendidikan pengendalian stress, dengan melakukan kegiatan aktif positif seperti berolahraga, rekreasi, healing, camping, berkebun, bertani, beternak dan lain-lain yang sifatnya bisa terhindar dari stress.
  • Perlunya pembatasan ataupun pengawasan terhadap penggunaan HP, hal ini berguna untuk mencegah anak-anak menonton konten-konten yang berbahaya atau tidak sesuai dengan usia yang bisa memacu dirinya melakukan tindakan kekerasan ( bullying )
  • Mendisiplinkan anak tanpa kekerasan, dengan cara-cara yang positif seperti pembiasaan dengan keteraturan dan rutinitas serta menjelaskan kepada mereka mengenai konsekuensi dari kesalahan yang diperbuat, dan memberikan pujian atas prilaku yang positif/baik.
  • Membangun rasa percaya diri pada anak dengan memotivasi untuk melakukan hal-hal yang positif yang menjadi kesukaan anak, misalnya olahraga, bermain musik dan lain-lainya.
  • Menjadi contoh yang baik bagi anak ataupun anggota keluarga yang lain, dengan mengembangkan sikap yang baik di kehidupan sehari-hari di keluarga.
  • Tetap mengedepankan atau menanamkan prinsip ketaqwaan dan keimanan di keluarga terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dengan senantiasa menaati semua perintahnya dan menjauhi semua yang dilarang.

Aku hanya bisa berharap bahwa orang lain mengerti bahwa Islam itu damai dan anti kekerasan, mengutip pernyataan Mohammad Ali,          ( petinju legendaris )

 

Biodata Penulis :

DARMANI, S. Sos, S.Pd, M. Pd I

Pernah belajar di :

1.    Hotel And Tourism Training Center Bali  ( 1992 )

2.    Fakultas Ilmu Administrasi Negara, Universitas Lumajang ( 1997 )

3.    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Universitas Islam Jember ( 2001 )

4.    Program Pasca Sarjana Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Sunan Giri Surabaya ( 2009 )

5.    Tenaga honorer guru di SMA Negeri 1 Umbulsari Jember, mengampu Bahasa Inggris, Sejarah, Sosiologi, Antropolgi, PPKn ( 1998 – 2005 )

6.    PNS Guru di Kementerian Agama Kabupaten Jember, MTs Negeri 1 Umbulsari Jember ( MTs N 7 Jember ) ( 2005 – Sekarang )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ibuku, Kartini di Dalam Rumah: Sosok Malaikat Tak Bersayap / Oleh Nala Arwi

PENERAPAN NILAI PANCASILA DALAM OLAHRAGA / I.W

EMANSIPASI WANITA INDONESIA / HASIT YASIN