PANCASILA AZAS TUNGGAL PEMERSATU BANGSA Oleh : DARMANI, S. Pd, M. Pd I MTs. Negeri 7 Jember

PANCASILA AZAS TUNGGAL PEMERSATU BANGSA
Oleh : DARMANI, S. Pd, M. Pd I
MTs. Negeri 7 Jember


Sila-sila dalam Pancasila bukanlah rumus kode buntut yang berisi lamunan dan hayalan ( syair lagu dari Iwan Fals ), akan tetapi sila-sila dalam Pancasila diambil dari akar budaya yang luhur yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, yang ketika itu menjadi modal dasar dalam merumuskan atau merancang dasar negara oleh para pendiri bangsa guna dijadikan dasar dalam mendirikan bangsa sekaligus sebagai pandangan hidup bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Rumusan atau rancangan yang dijadikan dasar dalam mendirikan bangsa dan sebagai pandangan hidup diantaranya adalah :

  1. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
  2. Bangsa Indonesia memiliki nilai suatu kesadaran sikap moral dan tingkah laku manusia yang didasarkan pada potensi hati nurani manusia dalam hubungannya dengan norma-norma dan kebudayaan yang berlaku di masyarakat dan jadi pedoman dalam berinteraksi dengan individu keluarga ataupun dengan masyarakat secara keseluruhan.
  3. Bangsa Indonesia memiliki beragam suku, budaya dan agama yang terikat dalam cengkeraman  semboyan Bhineka Tunggal Ika, meskipun berbeda akan tetapi tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ).
  4. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang dibangun pemerintahannya dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat dengan mengambil sikap musyawarah untuk mencapai mufakat. Dengan musyawarah adalah upaya bersama dengan sikap rendah hati untuk memecahkan persoalan bangsa diperlukan dalam mengambil keputusan bersama dalam menyelesaikan masalah.
  5. Bangsa Indonesia menekankan dan menegaskan prinsip keadilan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dan dari Sanggihe Talaut sampai Pulau Rote.
Di sinilah peran Pancasila sebagai azas tunggal dan pemersatu bangsa , bahwa Pancasila mampu menjadikan dirinya sebagai dasar  dan idiologi negara serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa meskipun dengan latar belakang agama, suku dan budaya yang beragam.
Pelaksanaan nilai-nilai Pancasila berguna untuk menumbuhkan sifat nasionalisme, menumbuhkan sikap saling menghormati dan tidak memetakan perbedaan, membina persatuan dan kesatuan seluruh rakyat Indonesia, demi terwujudnya cita-cita Indonesia Emas. 


Biodata Penulis :
DARMANI, S. Sos, S.Pd, M. Pd I
Pernah belajar di :
  1. Hotel And Tourism Training Center Bali  ( 1992 )
  2. Fakultas Ilmu Administrasi Negara, Universitas Lumajang ( 1997 )
  3. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Universitas Islam Jember ( 2001 )
  4. Program Pasca Sarjana Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Sunan Giri Surabaya ( 2009 )
  5. Tenaga honorer guru di SMA Negeri 1 Umbulsari Jember, mengampu Bahasa Inggris, Sejarah, Sosiologi, Antropolgi, PPKn ( 1998  2005 )
  6. PNS Guru di Kementerian Agama Kabupaten Jember, MTs Negeri 1 Umbulsari Jember ( MTs N 7 Jember ) ( 2005  Sekarang )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ibuku, Kartini di Dalam Rumah: Sosok Malaikat Tak Bersayap / Oleh Nala Arwi

PENERAPAN NILAI PANCASILA DALAM OLAHRAGA / I.W

EMANSIPASI WANITA INDONESIA / HASIT YASIN