Hiasi Diri dengan Kreasi dan Inovasi “ No Bullying ” By Sujarwati

Di era maju dan teknologi serba canggih harus bisa memfilter mana yang positif dan negatif. Kedua hal tersebut sangatlah berpengaruh terhadap perilaku utamanya pelajar. Berbicara pelajar tidak lepas dari pendidikan. Pendidikan sangat berperan dalam meningkatkan kecerdasan  dan sumber daya manusia.

Pendidikan  sangatlah bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari khususnya pelajar yang sedang belajar. Berhasil tidaknya pembangunan  tergantung  pada pendidikan. Tanpa pendidikan akan hampa bak fatamorgana yang seakan susah untuk dilihat kasat mata. Keberhasilan pendidikan harapan utama dan menjadi cita-cita untuk  mencetak generasi penerus bangsa  menjadi generasi masa depan gemilang.

Dibalik semua itu, di era yang semakin maju  ternyata belum bisa lepas dari telinga kita jika bullying masih kerap terjadi di mana-mana. Kekerasan batin, fisik, moral, tawuran antar pelajar sering terjadi. Hal ini terlihat  terutama di kalangan anak sekolah atau usia  remaja menjadi faktor utama  dalam bullying. Penyebab  bullying kadang-kadang tidak jelas dan hanya salah paham saja namun luar biasa akibat yang ditimbulkan. Banyak korban jiwa akibat Bullying sampai menimbulkan kematian sehingga  duka mendalam sering terjadi diantara sesama.

Betapa pilu jika mendengar kejadian tersebut. Rasanya sangat tidak pantas dan membuat  sesak di dada  bahkan  mencoreng hati dunia pendidikan bahkan orang tua ikut terseret jika diterjang oleh bullying. Betapa menyesalnya pendidikan yang didapatkan dari sekolah maupun dari rumah.Pendidik sekan sama sekali tidak berguna, tidak bermanfaat jika  ternyata sebaliknya yang didapatkan  hanya  kemunduran pikiran, krisis moral terlihat jelas jika bullying terjadi. Apa yang harus kita lakukan agar terhindar dari bullying? Siapkan menantang agar terhindar dari hal tersebut. Sebagai pendidik harus mau dan mampu  menghadang ,mengatasi berbagai hal yang terjadi. Langkah yang harus diterapkan adalah dengan jalan :

1.      Memberi pemahaman yang jelas tentang bullying

istilah bullying perlu dikenalkan sejak dini melalui berbagai media televisi, radio, youtube, dan sebagainya. Ditunjukkan sebab maupun akibat sehingga anak tahu jika Bullying terjadi bisa membuat celaka dan sengsara

2.      Perhatian yang cukup

Perhatian dan kasih sayang yang cukup akan membuat lebih baik. Jangan dibiarkan begitu saja sehingga membuat anak menjadi tak bisa dikendalikan. Dengan selalu mendapat perhatian anak akan merasa terlindungi dan mengerti apa yang seharusnya dilakukan.

3.      Pembinaan agama/moral

Melalui siraman rohani, ikut mendengarkan ceramah, pengajian dan sebagainya mudah-mudahan bisa menyadarkan dan membawa anak ke perbuatan yang baik sehingga jauh terjerumus dari hal yang tidak diinginkan.

4.      Mengajarkan etika baik perilaku maupun bahasa

Tata krama /etika  dalam bergaul baik kepada orag yang lebih rendah, sesama teman maupun orang yang lebih tinggi hendaknya diajarkan dengan baik dalam kehidupan sehari sehingga tidak ada istilah berani dan murka kepada siapapun. Dengan sopan dan santun menghindarkan anak untuk tidak berbuat kasar melainkan menjadikan anak lemah lembut/halus dan sistematis jalan pikirannya.

5.      Beri kesenangan

Hindai situasi yang rumit dan jauh dari permasalahan. Beri kepuasan melalui pemberian hadiah, diajak ke dunia nyata penuh kreasi dan aksi, rekreasi  dan sebagainya sehingga situasi tidak menjemukan yang akhirnya membuat senang.

 

Dari hal-hal di atas bisa dilakukan dalam pendidikan formal maupun non formal sehingga bisa meminimalisir untuk mencegah terjadi bullying. Jika tidak dapat dicegah dampak dari bullying sangat berbahaya dan mematahkan masa depan bukan gemilang tetapi masa depan menjadi suram. Apa yang dikehendaki tak akan dapat dicapai sesuai dengan harapan.

Mari dihadang dengan pedang yang tajam dalam arti pemikiran yang matang agar generasi penerus tidak terjerumus ke dalam jurang yang lebih dalam. Hiasi  generasi penerus masa depan  dengan kreativitas, inovasi, dan penuhi kesibukan dengan karya yang mampu menghasilkan berbagai produk yang bermanfaat baik akademik maupun non akademik.Hal ini apakah menciptakan sesuatu, membuat sesuatu, menggunakan sesuatu sesuai dengan potensi diri  masing-masing sehingga menjadi generasi penerus yang berguna dan memiliki masa depan  gemilang dan cemerlang. Salam Literasi!!

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENERAPAN NILAI PANCASILA DALAM OLAHRAGA / I.W

Ibuku, Kartini di Dalam Rumah: Sosok Malaikat Tak Bersayap / Oleh Nala Arwi