Hidup adalah Perjuangan by Nalla Arwi

Menjadi seorang Magister Pendidikan bukanlah cita-cita dari awal. Karena bisa lulus di bangku sarjana sudah sangat bersyukur. Berawal dari tahun 2016 lulus sebagai Sarjana Pendidikan Prodi PAI di IAIN Jember yang sekarang berganti nama menjadi UIN KHAS Jember tidak langsung melanjutkan di  Pascasarjana karena menganggap masih belum mampu dan rasanya otak sudah tidak bisa diajak berpikir terlalu dalam. Akhirnya melamar di berbagai lembaga pendidikan dan diterimalah di MTs Hasanuddin tempat dimana menimba ilmu saat masih Tsanawiyah. Disana mengabdi kurang lebih satu tahun. Setelah satu tahun berlalu dapatlah panggilan di MTs Negeri 7 Jember di tahun 2018 dan alhamdulillah sampai saat ini masih di tempat yang sama.
Sekira tahun 2020 waktu covid sedang melanda dunia, aku bersama sahabatku Media yang sudah kukenal sejak 2009, ia mengajak untuk melanjutkan ke jenjang Pascasarjana. Setelah dipikiran dan dikonsultasikan dengan keluarga dan orangtua maka diperkenankanlah oleh mereka. Akhirnya kita berdua membulatkan tekad untuk mendaftar di UIN KHAS Jember. Dan alhamdulillah kita diterima walaupun beda kelas. 
Suatu hari perkuliahanpun dimulai setiap hari Jum'at sampai Minggu secara daring dikarenakan wabah covid yang belum mereda.
Satu semester, dua semester dan tiga semester sudah kita lalui dengan baik. Pas di semester empat sudah mulailah pernyusunan tugas akhir yaitu menyusun proposal. 
Menyiapkan 3 judul yang berbeda untuk diajukan ke kaprodi. Ujian mental pun dimulai dari sini. Lebih dari 5 kali bolak balik ke kaprodi untuk mengajukan judul barulah di ACC dan dapat dosen pembimbing. Proses penyelesaian ujian akhir tidak dilakukan secara daring tapi secara luring.
Setelah dapat dosen pembimbing dan beberapa kali revisi proposal barulah ACC untuk seminar proposal.
Tepat di semester 5 Ujian proposal dimulai. Memasuki ruang ujian dengan hati yang gundah, nervous dan keringat dingin maklumlah ketika seminar proposal disaksikan banyak teman dan 3 dosen penguji. Banyak kritik yang aku dapatkan, walaupun demikian tidak mengurangi semangat untuk memperbaiki karya proposalku.
Alhamdulillah seminar proposal dinyatakan lulus dengan perbaikan. 
Setelah seminar proposal sempat vakum 1 semester karena kesibukan di madrasah dan lokasi rumah ke kampus yang lumayan jauh, jadi agak "awang-angen" untuk kesana.
Bertepatan dengan kuliah semester 7 tahun 2023 aku mengikuti ujian penyaringan PPPK, akhirnya vakum lagi karena ku fokuskan untuk di satu tempat yaitu persiapan PPPK karena tidak mau kehilangan kesempatan setelah gagal di CPNS 2 tahun sebelumnya. 
Alhamdulillah berkat belajar yang cukup, dan berdoa yang cukup kupasrahkan semua kepada Allah dan ya aku bisa lulus. Jadi ASN adalah salah satu cita-cita yang aku impikan sejak dahulu. 
Setelah urusan pemberkasan selesai barulah aku memulai lagi untuk fokus di studi ku. Mulanya izin kepada Bapak Kepala madrasah dengan maksud akan sering meninggalkan jam mengajar tetapi dengan bijaksana nya beliau memperbolehkan. Dan kalimat beliau yang paling diingat adalah "Saya akan mendukung dan mengizinkan bawahan saya apabila untuk meng-upgrade kemampuan seperti kuliah". Alhamdulillah langkah kaki semakin enteng jika sudah mendapatkan restu dari beliau.
Tepat di semester 7 aku mulai menemui dosen pembimbing untuk bimbingan ujian seminar hasil dari penelitian yang sudah aku lakukan. Pendaftaran ujian semhas pun kulalui dengan mempertemukan jadwal 4 dosen penguji di satu waktu yang sama. Alhamdulillah setelah diskusi alot akhirnya ditemukanlah 
Tepat di tanggal 13 Mei 2024 dengan diuji oleh 4 dosen dan hanya seorang diri ada di ruang sidang, sekira 2 jam ujian berlangsung alhamdulillah bisa menjawab dari semua dosen penguji dan dinyatakan lulus dengan perbaikan.
Tak berhenti sampai disitu ujian akhir tesis pun sudah mendekati. Semua serba mepet dari waktu yang disediakan oleh akademik. Perasaan sudah campur aduk kira-kira bisa lulus ga ya? Gumamku dalam hati.
Satu persatu langkah aku jalani semua serba dimudahkan walaupun kadang ada kerikil kecil yang mana ia adalah penguat mental kita. 
Hari berganti hari, sekira kurang 5hari ujian tesis qadarullah aku sakit selama 3hari. Perasaan tak menentu, gundah apa nanti waktu hari Sidang Tesis yang gongnya aku sudah sembuh? Dengan memohon kepada Allah dan periksa ke dokter akhirnya aku sembuh dan bisa melanjutkan aktivitas walaupun belum maksimal.
Hari sidang tesis pun tiba, aku diantar oleh ibu dan suamiku untuk ujian dengan harapan doa dari mereka yang menguatkan aku. 
Tepat di hari Senin, 24 Juni 2024 pukul 14.00 WIB dinyatakan lulus oleh 4 dosen penguji dan layak untuk mendapatkan gelar Magister Pendidikan.
Tangis haru menyelimuti diri tak menyangka jalan yang kuambil tidak mudah, terjal, banyak yang dikorbankan termasuk waktu, pikiran , tenaga dan tidak ketinggalan finansial. 
Tapi itu semua terbayar lunas dengan disisipkan satu gelar lagi di belakang nama.
Tak henti-hentinya bersyukur dan berterimakasih pada diri sendiri yang sudah kuat, hebat, tegar sampai berada di titik ini. Terimakasih sudah bisa mengakhiri apa yang sudah dimulai. 
Janji Allah itu nyata di Q.S Al Insyirah ayat 6 
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ "
"Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan" 
Jangan lelah untuk berjuang
Menyesal tapi pernah mencoba itu lebih baik daripada menyesal tapi belum pernah mencoba.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENERAPAN NILAI PANCASILA DALAM OLAHRAGA / I.W

Ibuku, Kartini di Dalam Rumah: Sosok Malaikat Tak Bersayap / Oleh Nala Arwi