Pekerjaanku adalah bagian dari ibadahku/Izza Nur Laila
Ada banyak kisah dalam kehidupan karir setiap orang,dan mengetahuinya serta bisa belajar darinya adalah hal yang menyenangkan,sebuah proses pendewasaan diri.Karir dalam pekerjaan tidak selalu mulus,sukses tak selalu di raih dengan mudah.Memahami hal ini,akan membuat kita lebih menghargai pekerjaan dengan perspektif yang berbeda.
Ada yg sudah sukses,ada yang masih dalam perjalanan menuju sukses,ada yg baru saja di timpa kegagalan.Tapi satu benang merah yg mengaitkan satu sama lain : Kesadaran akan pentingnya mencintai dan menghargai pekerjaan itu sendiri.Tak peduli di manapun tangga pencapaian yg tengah di pijak, cinta, semangat dan perjuangan selalu harus menjadi motivasi utama untuk bekerja.Bukan hanya demi pencapaian materi,bekerja juga demi pencapaian ekspresi.Ekspresi atas kreatifitas, keberanian, pengabdian,dan ibadah.
Ada beberapa hadits yg menjelaskan bahwa mencintai pekerjaan itu adalah suatu ibadah, hadist tersebut antara lain:
Sesungguhnya Allah SWT mencintai seorang hamba,yg apabila ia bekerja,dia itqon(menyempurnakan) pekerjaannya(HR.Thobroni)
Barang siapa yang bersungguh-sungguh dalam menafkahi keluarga dan orang-orang yg menjadi tanggungannya,maka baginya pahala seperti pahala orang yang berjuang di jalan Alloh SWT (HR.Bukhori).
Berpedoman kepada hadist tersebut,awal mula saya mengajar di MTsN 7 Jember, posisi pertama kali,saya mengajar mata pelajaran pendidikan agama Islam sesuai dengan ijazah yang saya miliki sejak tanggal 27 Agustus 1995.
Berat memang mengajar anak-anak seusia 13 sampai 15 tahunan.Terkadang rasa lelah sudah menjadi makanan sehari-hari.Beberapa bulan berlalu saya mulai betah dan semakin terbiasa dengan rasa lelah dan bosan yang menghampiri.Banyak faktor yang membuat saya tetap bertahan, karena selain bisa mengajar,di sini saya juga mendapat teman dan rekan kerja seperti layaknya keluarga.Dengan dukungan keluarga,rasa peduli dari rekan kerja saya semakin semangat mengajar dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk anak didik saya.Tempat saya bekerja saat ini memang layak di katakan seperti rumah ke dua.Karena selain mengajar,di tempat ini pula saya belajar banyak hal seperti komunikasi yg baik, koordinasi, kekompakan, kerja sama, kepedulian, kekeluargaan yang sangat kental.
Beberapa tahun bergabung,saya semakin meyakini bahwa saat ini memang di tempat inilah rezeki yang Alloh siapkan untuk saya.
Delapan tahun sudah saya mengajar di tempat ini, mungkin bagi kebanyakan orang sudah amat sangat membosankan, tetapi kemudian saya menyadari bahwa saya di sini tidak diam tetapi membina anak-anak bangsa menjadi anak-anak yg berguna bagi nusa, bangsa dan agamanya.Saya selalu belajar mencintai pekerjaan saya,saya mencintai setiap kegiatan pekerjaan yang saya lakukan.Saya melakukannya dengan hati dan saya niatkan sebagai ibadah kepada Alloh SWT.
Komentar
Posting Komentar