Postingan

PENERAPAN NILAI PANCASILA DALAM OLAHRAGA / I.W

Gambar
Pancasila merupakan dasar yang amat penting dalam profesi olahraga, karna dapat menciptakan suasana yang sportif, menciptakan semangat untuk saling berbagi, saling menghargai dan saling menghormati satu sama lain seperti menyatukan berbagai suku , ras , etnis dan agama. Dengan demikian, Pancasila diharapkan dapat menjadi dasar dalam menciptakan suasana olahraga yang baik untuk meningkatkan kualitas atlet dan prestasi olahraga. Dan olahraga juga mempunyai nilai-nilai sangat penting untuk membentuk karakter atlet yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki sikap mental dan moral yang sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa. Berikut adalah cara-cara penanaman nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan olahraga: 1.      Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa Contoh penerapan: -         Berdoa sebelum dan sesudah latihan atau pertandingan. -         Menunjukkan sikap sportif dan tidak curang karena menyadari adanya nilai moral dan tanggung jawab kepad...

Ibuku, Kartini di Dalam Rumah: Sosok Malaikat Tak Bersayap / Oleh Nala Arwi

Gambar
Di balik kemajuan perempuan Indonesia saat ini, tak hanya nama Raden Ajeng Kartini yang layak dikenang. Ada sosok-sosok hebat lainnya, yang meski tidak tercatat dalam buku sejarah, tetap menjadi cahaya penerang dalam kehidupan orang-orang di sekitarnya, mereka adalah ibu. Ibu adalah Kartini dalam wujud paling nyata, yang berjuang tanpa pamrih, dengan cinta yang tak pernah habis. Layaknya R.A. Kartini yang memperjuangkan hak perempuan untuk mendapat pendidikan, ibu memperjuangkan masa depan anak-anaknya dengan cara yang tak kalah hebat. Ia mungkin tak bersuara lantang di mimbar, namun setiap tetes peluhnya saat bangun pagi menyiapkan sarapan, setiap doa yang diselipkan dalam malam yang sunyi, adalah bentuk perjuangan yang nyata. Ibu tidak hanya melahirkan generasi, tapi juga membentuknya. Dengan kesabaran dan ketelatenan, ibu mendidik anak-anaknya agar kelak menjadi pribadi yang kuat, cerdas, dan berempati. Di tengah keterbatasan, ia mengajarkan arti syukur dan ker...

REAKTUALISASI SOSOK WANITA “KARTINI”MAMPU MENGINSPIRASI BY SUJARWATI

Gambar
Raden Ajeng Kartini salah satu bukti nyata sosok wanita Indonesia yang sangat berpengaruh dalam sejarah perjuangan perempuan yang sangat menginpirasi. Lahir pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Kartini dikenal sebagai pelopor emansipasi wanita. Melalui tulisan-tulisannya, ia menyerukan pentingnya pendidikan bagi perempuan dan kesetaraan gender. Kesamaan laki-laki dan perempuan menjadi hal utama Kartini.              Kartini sangat percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk membebaskan perempuan dari kungkungan tradisi dan patriarki yang membelenggu. Ia berjuang agar perempuan memiliki akses yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak, sehingga mereka bisa mandiri dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat. Pemikiran progresifnya ini membuatnya menjadi inspirasi bagi banyak orang, baik pada masanya maupun di era modern. Wanita mampu menginspirasi itulah kenyataan yang terlihat dari Kartini. Walaupun hidup di tengah masyarakat yang sangat tradisional, K...

EMANSIPASI WANITA INDONESIA / HASIT YASIN

Gambar
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا ( النساۤء/4: 9) Terjemahan Kemenag 2019 9.  Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya (mati) meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah (yang) mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar (dalam hal menjaga hak-hak keturunannya).  (An-Nisa'/4:9) EMANSIPASI WANITA INDONESIA . Raden Ajeng Kartini adalah merupakan salah satu sosok Wanita Indonesian yang terkenal sebagai pahlawan nasional, karena perjuangannya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan pendidikan. Kartini lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah, dan hidup pada masa penjajahan Belanda. Sejak usia muda, Kartini sudah menunjukkan minat dan semangat yang besar terhadap pendidikan, meskipun pada masa itu pendidikan untuk perempuan sangat terbatas. Kartini me...

Ibuku, Sosok Idaman dalam Setiap Langkah Kehidupanku/Vareza Juniardi, S.Pd.

Gambar
Setiap orang pasti memiliki seseorang yang menjadi panutan dalam hidupnya. Sosok yang mampu memberikan kekuatan saat hati lemah, menjadi cahaya di tengah gelapnya masalah, dan selalu hadir tanpa diminta. Bagiku, sosok itu adalah ibuku. Ia bukan hanya seorang ibu, tetapi juga sahabat, guru, dan teladan yang selalu aku kagumi dalam setiap langkah kehidupanku. Sejak kecil, aku telah menyaksikan betapa besar perjuangan ibuku dalam membesarkan dan mendidikku. Dengan kasih sayang yang tak pernah habis, ia mengajarkan arti kesabaran dan ketulusan. Saat aku terjatuh, ibuku adalah orang pertama yang menggenggam tanganku, memberikan semangat, dan membisikkan kata-kata bahwa aku bisa bangkit dan melangkah kembali. Ibuku adalah perempuan yang sederhana, namun memiliki hati yang begitu luas. Ia selalu menomorsatukan keluarganya, tanpa mengeluh meski lelah seringkali menghampirinya. Dalam diam, ia menahan letih, dan dalam doa, ia titipkan segala harapan terbaik untuk anak-anakn...

Materi Pembinaa ASN Oleh Kanwil Jawa Timur

Gambar
Materi pembinaan ASN oleh Kakanwil Kemenag Prov. Jatim : Imam Al-Ghazali, dalam berbagai karyanya seperti Ihya Ulumuddin, membagi manusia ke dalam empat golongan berdasarkan hubungan mereka dengan ilmu. Pembagian ini menggambarkan sikap dan keadaan manusia terhadap pengetahuan dan kebodohan. Berikut adalah keempat golongan tersebut: 1. Manusia yang tahu dan tahu bahwa dia tahu Ini adalah orang alim yang sejati, yang memiliki ilmu dan menyadari ilmunya. Imam Al-Ghazali menyebut mereka layak menjadi pemimpin dan rujukan. Sikap kita: Ikuti dan ambillah ilmu darinya. 2. Manusia yang tahu, tetapi tidak tahu bahwa dia tahu Orang ini sebenarnya memiliki ilmu, tetapi tidak menyadari potensinya atau belum memanfaatkannya. Sikap kita: Sadarkan dan bimbing dia. 3. Manusia yang tidak tahu, tetapi tahu bahwa dia tidak tahu Orang ini sadar akan kebodohannya dan mau belajar. Ini adalah calon orang berilmu, karena memiliki kesadaran dan keinginan untuk belajar. Sikap kita: Ajarilah dia. 4. Manusia yan...

Jangan Jadikan Habis Gelap Terbitlah Terang sebagai Sekedar Wacana Belaka / Enki Dani Nugroho, S.Pd. M.Pd.

Gambar
Habis Gelap Terbitlah Terang, bukan sekadar judul buku, melainkan sebuah simbol perjuangan, harapan, dan kebangkitan. Kartini menulis dengan semangat membara di tengah keterbatasan, berani menyuarakan keadilan di saat suara perempuan nyaris tak terdengar. Namun, di tengah gemerlap peringatan Hari Kartini yang dirayakan tiap tahun, kita perlu merenung: sudahkah nilai-nilai perjuangannya benar-benar hidup dalam keseharian kita? Atau hanya menjadi slogan indah yang terus diulang tanpa makna? Banyak yang mengagumi Kartini, tapi lupa bahwa semangatnya menuntut perubahan nyata, bukan sekadar seremonial dan pujian. Pendidikan untuk semua, kebebasan berpikir, dan kesetaraan gender masih menjadi tantangan besar di negeri ini. Di berbagai pelosok, masih banyak anak perempuan yang kesulitan mengakses pendidikan, masih banyak perempuan yang dikekang oleh norma usang, dan masih banyak suara yang dibungkam hanya karena berbeda pandangan. Kalimat Habis Gelap Terbitlah Terang adalah seruan untuk bangk...