MENCARI ANUGERAH CINTA / Drs. HASIT YASIN,M.Pd.I
Apabila kita berbicara tentang cinta, tentu kita akan selalu mengepresikan diri terhadap apa yang telah melekat dan membekas dalam diri manusia, sebab secara naluri manusia pasti mempunyai rasa cinta,yang tidak tahu dari mana asalnya dan kapan rasa itu sudah membekas pada diri manusia,manusia hanya menunggu waktu saja, dan pada masanya maka cinta itu akan tumbuh dan berkembang dengan sendirinya pada diri manusia oleh karena itu bisa dikatakan bahwa cinta itu adalah anugerah ilahi,yang harus dirawat,diperhatikan perkembangannya dan disalurkan pada jalan yang benar,agar pemberian Tuhan tersebut dapat memberikan barokah pada kehidupan manusia.
Apabila dilihat dari fungsinya cinta itu banyak ragamnya misalnya : Mencintai pekerjaan adalah anugerah ilahi yang sangat berharga. Ketika seseorang menemukan kecintaan dalam pekerjaannya, segala sesuatu menjadi lebih bermakna. Kecintaan ini tidak hanya membawa kebahagiaan bagi diri sendiri, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan sekitar. Dengan cinta terhadap pekerjaan, seseorang akan cenderung memberikan yang terbaik, berinovasi, dan selalu berusaha untuk mencapai tujuan.
Pekerjaan bukan sekadar sumber penghasilan, tetapi juga sarana untuk mengekspresikan diri. Ketika kita mencintai apa yang kita lakukan, setiap hari terasa seperti kesempatan baru untuk belajar dan berkembang. Pekerjaan yang dicintai memberi kita motivasi yang kuat untuk menghadapi tantangan dan hambatan.sebagai mna dalam qoidah dikatakan man ahabba syaian fahuwa yadzkuruhu, barang siapa yang mencantai sesuatu pasti ia akan selalu mengingatnya. Dalam perjalanan karier, ada kalanya kita dihadapkan pada situasi yang sulit, namun dengan kecintaan terhadap pekerjaan, kita akan lebih mampu untuk bertahan dan mencari solusi.
Di sisi lain, mencintai pekerjaan juga berkaitan dengan rasa syukur. Dalam banyak tradisi, bekerja adalah salah satu cara untuk beribadah. Dengan bekerja dengan sepenuh hati, kita tidak hanya memenuhi tanggung jawab, tetapi juga berkontribusi pada masyarakat dan lingkungan. Setiap prestasi yang kita raih dalam pekerjaan menjadi bentuk pengabdian kita, yang pada gilirannya akan mendatangkan keberkahan.
Namun, mencintai pekerjaan bukan berarti mengabaikan aspek lain dalam hidup. Penting untuk menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Terlalu terobsesi dengan pekerjaan dapat mengakibatkan stres dan mengurangi kualitas hidup. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengingat bahwa pekerjaan adalah salah satu aspek dalam kehidupan yang seharusnya mendukung, bukan mengendalikan.
Sikap positif terhadap pekerjaan juga dapat menular kepada orang-orang di sekitar kita. Ketika kita mencintai pekerjaan kita, rekan kerja, bawahan, dan atasan akan merasakan energi positif tersebut. Hal ini menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan produktif. Komunikasi yang baik dan saling mendukung di tempat kerja akan meningkatkan kinerja tim secara keseluruhan.
Mencintai pekerjaan adalah anugerah yang seharusnya disyukuri dan dikembangkan. Dalam setiap tugas dan tanggung jawab, selalu ada ruang untuk menciptakan hal-hal baru dan memberikan yang terbaik. Dengan mencintai pekerjaan, kita tidak hanya meraih kesuksesan material, tetapi juga kebahagiaan dan kepuasan batin yang mendalam. Jadi, marilah kita syukuri setiap kesempatan yang diberikan dan berusaha untuk mencintai apa yang kita lakukan, karena di situlah letak kebahagiaan sejati.
Hasit Yasin
Guru Al Qur'an Hadits MTs Negeri 7 Jember
Komentar
Posting Komentar