Operasional Konkret Piaget untuk Melatihkan Adiwiyata di Madrasah Tsanawiyah / Enki D.N. S.Pd. M.Pd.




Jean Piaget, seorang psikolog perkembangan asal Swiss, mengembangkan teori perkembangan kognitif yang terdiri dari empat tahap: sensorimotor, praoperasional, operasional konkret, dan operasional formal. Pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), yang umumnya mencakup usia 12-15 tahun, siswa berada dalam tahap operasional konkret. Tahap ini ditandai dengan kemampuan berpikir logis tentang objek nyata, memahami hubungan sebab-akibat, serta mampu mengklasifikasikan dan mengorganisasi informasi secara sistematis.  

Dalam konteks pendidikan lingkungan, program Adiwiyata bertujuan menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui praktik nyata di sekolah. Karena siswa MTs berada pada tahap operasional konkret, metode pembelajaran harus berfokus pada pengalaman langsung, eksperimen, dan keterlibatan aktif mereka dalam aktivitas lingkungan. Berikut ini adalah beberapa penerapan operasional konkret Piaget dalam melatihkan Adiwiyata di jenjang MTs.  

1. Pembelajaran Berbasis Pengalaman Nyata
Siswa pada tahap operasional konkret lebih mudah memahami konsep ketika mereka terlibat langsung dalam aktivitas. Dalam Adiwiyata, sekolah dapat menerapkan kegiatan seperti:
- Observasi Lingkungan Sekolah:
Siswa dapat diajak untuk mengamati kondisi lingkungan sekitar sekolah, seperti kebersihan, ketersediaan tanaman hijau, dan pengelolaan sampah. Dengan demikian, mereka belajar mengenali masalah lingkungan secara langsung.  
- Eksperimen Daur Ulang:
Siswa dapat melakukan eksperimen sederhana, seperti membuat kertas daur ulang atau mengubah sampah organik menjadi kompos. Dengan melihat hasil nyata dari proses tersebut, mereka akan lebih memahami pentingnya pengelolaan sampah.  

2. Kegiatan Berbasis Proyek  
Kegiatan berbasis proyek membantu siswa mengasah keterampilan berpikir logis dan sistematis. Beberapa proyek yang bisa dilakukan dalam Adiwiyata di MTs meliputi:  
- Pembuatan Taman Sekolah:
Siswa dikelompokkan untuk merancang dan menanam tanaman di sekolah. Mereka harus mempertimbangkan jenis tanaman, kebutuhan air, serta manfaat ekologisnya.  
- Pengelolaan Sampah Berbasis Bank Sampah:
Siswa dapat diajak untuk memilah sampah dan mengelola bank sampah di sekolah. Mereka juga bisa melakukan analisis sederhana tentang jenis sampah yang paling banyak dihasilkan serta dampaknya terhadap lingkungan.  

3. Diskusi dan Simulasi 
Siswa dalam tahap operasional konkret mulai memahami konsep konservasi lingkungan jika diberikan contoh nyata dan diskusi berbasis kasus. Guru dapat menggunakan pendekatan seperti:  
- Simulasi Pengaruh Deforestasi:
Dengan menggunakan gambar, video, atau maket sederhana, siswa bisa memahami dampak penggundulan hutan terhadap lingkungan.  
- Studi Kasus Polusi di Sekitar Sekolah: Siswa dapat mengidentifikasi sumber polusi di lingkungan sekitar dan mencari solusi konkret untuk menguranginya.  

4. Permainan Edukatif
Siswa MTs cenderung lebih antusias belajar melalui permainan yang melibatkan interaksi langsung. Beberapa permainan edukatif yang dapat diterapkan adalah:  
- Permainan Kuis Lingkungan:
Kuis interaktif tentang jenis sampah, konservasi air, atau energi terbarukan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang isu lingkungan.  
- Lomba Kreasi Daur Ulang:
Siswa diajak untuk membuat barang kreatif dari sampah daur ulang, seperti tas dari plastik bekas atau pot tanaman dari botol plastik.  

Kesimpulan 
Penerapan tahap operasional konkret Piaget dalam program Adiwiyata di MTs memungkinkan siswa belajar secara efektif melalui pengalaman nyata, proyek praktis, diskusi, dan permainan edukatif. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi nyata. Hal ini membentuk kebiasaan positif yang dapat berlanjut hingga mereka dewasa, menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Oh, Ternyata Seperti Itu Ujian Terbuka Disertasi/Ihsanuddin

Sarapan Bersama Siswa-siswi , Guru dan Karyawan MTsN 7 Jember:" Mencintai Masakan Ibu dan Mengurangi Penggunaan Plastik" / Ihsanuddin

IMPLIKASI KHOTMUL QUR’AN RUTIN DI MTS N7 JEMBER