Pengalaman Mengikuti PPG Bersamaan dengan Bulan Ramadhan / Nala Izzatul Fardana Arwi

Mengikuti Program Pendidikan Guru (PPG) pada bulan Ramadhan adalah pengalaman yang penuh tantangan sekaligus membawa berkah. Pada awalnya, saya merasa sedikit cemas karena harus membagi waktu antara kewajiban belajar di PPG dengan menjalani ibadah puasa. Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari bahwa kedua hal ini bisa berjalan beriringan dan saling mendukung.

Salah satu tantangan utama saat mengikuti PPG di bulan Ramadhan adalah bagaimana mengatur waktu antara belajar, mengajar, dan menjalankan ibadah puasa. Hari-hari di PPG biasanya sangat padat dengan tugas-tugas, diskusi, dan kegiatan praktikum. Ditambah lagi, beberapa sesi kuliah sering kali berlangsung cukup lama, yang membuat tubuh lebih mudah merasa lelah.

Program PPG yang dilakukan oleh Kementerian Agama di tahun 2025 ini menjadi PPG Transformasi dari PPG Dalam Jabatan (Daljab) sebelumnya. Yang sebelumnya perkuliahan secara Zoom Meeting dan berlangsung selama kurang lebih 4 bulan tapi, di program PPG Transformasi hanya 49 hari melalui pembelajaran mandiri di LMS (Learning Management System). Semua mahasiswa PPG mengeluhkan system LMS yang masih sulit di akses karena banyaknya peserta sekitar 70.000 yang mengakses laman LMS PPG Kemenag.

Namun, dengan sedikit perencanaan dan penyesuaian, saya bisa menemukan keseimbangan. Saya mulai mengatur waktu untuk belajar di malam hari setelah berbuka, dengan memanfaatkan waktu setelah tarawih untuk menyelesaikan tugas-tugas. Selain itu, waktu-waktu menjelang sahur juga sering saya gunakan untuk mempersiapkan materi kuliah yang harus dipelajari di pagi harinya.

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan spiritualitas. Saya merasa bahwa ibadah puasa memberikan energi positif yang luar biasa dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Meskipun puasa, saya merasa lebih fokus dan termotivasi untuk belajar. Setiap kali lelah atau merasa kehilangan energi, saya mengingatkan diri sendiri bahwa puasa adalah latihan kesabaran dan ketekunan, yang juga diperlukan dalam proses pendidikan.

Selain itu, suasana Ramadhan yang penuh dengan rasa kebersamaan, baik saat berbuka puasa bersama teman-teman di PPG melalui vitual chatting Whatsapp yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia bisa dikatakan dari Sabang sampai Merauke. Kami sealu memberikan dukungan moral yang sangat berharga. Kami saling menguatkan, berbagi semangat, dan saling mengingatkan untuk tetap menjalankan tugas-tugas akademik dengan baik.

Pengalaman mengikuti PPG di bulan Ramadhan mengajarkan saya banyak hal, tidak hanya dalam konteks akademik, tetapi juga dalam konteks spiritual dan pribadi. Saya belajar untuk lebih menghargai waktu, meningkatkan kedisiplinan, serta merasakan makna di balik setiap ibadah puasa yang saya jalani. Program ini juga memberi saya kesempatan untuk melihat hubungan antara pendidikan dan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agama, seperti kesabaran, kedisiplinan, dan pengorbanan.

Bulan Ramadhan mengingatkan saya untuk selalu bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk belajar dan berkembang, baik dalam kapasitas sebagai seorang guru maupun sebagai pribadi. Pengalaman ini akan selalu menjadi kenangan indah, yang mengajarkan saya untuk selalu mengutamakan keseimbangan antara duniawi dan spiritual. Secara keseluruhan, mengikuti PPG bersamaan dengan bulan Ramadhan adalah pengalaman yang memperkaya hidup saya. Saya belajar bahwa dengan niat yang tulus, perencanaan yang baik, dan dukungan dari sesama, kita bisa mencapai tujuan-tujuan besar meskipun ada tantangan yang harus dihadapi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Oh, Ternyata Seperti Itu Ujian Terbuka Disertasi/Ihsanuddin

Sarapan Bersama Siswa-siswi , Guru dan Karyawan MTsN 7 Jember:" Mencintai Masakan Ibu dan Mengurangi Penggunaan Plastik" / Ihsanuddin

IMPLIKASI KHOTMUL QUR’AN RUTIN DI MTS N7 JEMBER